Sudah Seberisik Apa Kepalamu?
Kalau tidak terpaksa, kamu tidak akan bisa. Ingat ya, orang hebat tidak lahir dari zona nyaman dan aman. Tidak apa-apa jika sedikit sesak napas. Hanya sesak napas, kan, tidak sampai henti napas?
***
Coba deh baca kalimat-kalimat pertanyaan di bawah ini.
"Kenapa harus aku?"
"Kenapa dunia tidak adil sama aku?"
"Kenapa selalu ada aja rintangan buat mencapai apa yang aku mau?"
"Kok berat banget sih kayaknya, padahal aku lihat orang lain mulus-mulus aja langkahnya."
Apakah salah satu atau justru seluruhnya sering bergema di kepalamu? Kalau iya, coba aku mau tanya.
Kenapa kamu bisa menyimpulkan langkah mereka mulus-mulus saja sedangkan kamu melihatnya hanya dari kejauhan? Memang kamu sudah memastikannya? Bisa aja kan, pas kamu mendekat, ternyata jalan yang dia lalui ada kerikil, bebatuan, angin ribut, dan sebagainya? We never no.
Jika kamu masih denial dan menganggap langkah orang lain lebih mulus, coba deh tengok ke belakang. Coba lihat berapa banyak orang yang terlihat haha hihi di depan semua orang, tiba-tiba besoknya ditemukan meninggal karena mengakhiri hidup. Bukankah ceria adalah patokanmu bahwa seseorang baik-baik saja? Lalu kenapa dia sampai memilih jalan pintas? Apakah kepalanya sudah terlalu berisik sampai akhirnya ia ingin bebas? Jawabannya pasti kamu tidak tahu, 'kan? Ya karena kamu tidak akan pernah tahu perdramaan hidup orang lain kalau hanya melihatnya dari kejauhan.
Atau coba kamu lihat sisi lain yang lebih positif. Di luar sana masih banyak orang yang bahkan makan saja susah. Kamu bisa tinggal di tempat yang nyaman, punya raga yang utuh, punya kehidupan yang layak, masih mau bilang kalau dunia tidak adil?
Intinya semua orang pasti punya jalan, rute, dan hambatannya masing-masing. Jadi daripada mengeluh dan menganggap bahwa dunia terlalu jahat, kenapa tidak mencoba membuatnya jadi sesuatu yang lebih positif? Seperti:
"Oh mungkin aku dikasih jalan berliku kayak gini biar aku belajar."
"Mungkin dunia yang ada di genggamanku tidak seindah yang ada di impianku, tapi setidaknya Tuhan udah ngasih aku lebih banyak dibandingkan orang-orang yang tinggal di kolong jembatan."
"Mungkin ini terjadi biar aku tambah kuat dan sabar."
Yuk mulai berpikir yang positif. Mulai batasi pikiranmu dengan prasangka toxic seperti itu.
Kalau kamu capek, ya istirahat, jangan minta mati. Amalanmu sebanyak apa sampai mau mengakhiri hidup? Yuk tetap hidup. Soalnya masih banyak makanan yang belum kamu coba, tempat indah di Indonesia maupun di luar negeri yang belum kamu kunjungi, orang baik yang belum kamu temui, lelucon yang belum kamu tertawakan, bahkan jodoh yang belum kamu miliki.
You're not alone. You have God. You have Allah. Allah tidak akan membiarkan dirimu hancur dan berantakan. Apa yang menjadi masalahmu saat ini pasti sudah menjadi takaran paling seimbang atas kemampuanmu melewatinya. Yuk trust it, be positive, hug yourself, and proud of yourself. Kamu hebat bisa sampai di titik sekarang💜
Jember, 16 Desember 2023
IkhdaNaa
Komentar
Posting Komentar