Kanvas Putih
Lampu kamar yang menyala pada tengah malam menjadi pertanda bahwa pemiliknya belum terlelap. Hening. Hanya ada suara sapuan kuas yang menjadi satu-satunya pengisi suara kamar sunyi itu. Pemiliknya terlihat sangat fokus dengan kanvas di depannya, sibuk menggores warna demi warna untuk membuat lukisannya lebih hidup. Sampai kemudian suara denting handphone berhasil mengalihkan perhatiannya. Ia meletakkan kuas ke palet warna, lantas beralih mengambil handphone. Assalamualaikum Shakira, apakah kamu sudah tidur? Maaf ya, karena mengirimkan pesan ini tengah malam. Sebelumnya aku mau bilang makasih untuk waktu yang sudah kita lewati. Aku senang bisa mengenalmu. Aku bahagia pernah menyukaimu. Sangat menyenangkan membahas banyak hal denganmu. Awalnya senyum Shakira merekah kala melihat nama si pengirim pesan. Namun kalimat teratas yang barusan ia baca dari bubble chat panjang itu berhasil menciptakan kerutan di dahinya. Ada sekelibat pikiran buruk yang menghantamnya. Namun Kira, sejak a...