Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Waktu yang Tepat

  Sudah satu jam berlalu sejak keluarga Pratama berkumpul, sejam itu pula evaluasi yang dipimpin oleh pria berusia tujuh puluh tahunan masih berlangsung. Rutinitas itu dilakukan hampir setiap tahun agar Kakek tahu perkembangan dan pencapaian dari anak dan cucunya. Ada sekitar lima belas orang termasuk Kakek di sana. Lalu dari semua yang hadir, Imaniar Pratama selalu menjadi pihak paling mencolok. Pada usianya yang terbilang masih muda, ia selalu membawa segudang prestasi untuk diceritakan. "Kamu selalu luar biasa, Niar. Kakek bangga kepadamu. Kakek bersyukur sekali dianugerahi cucu sepertimu,” katanya usai Niar memaparkan pencapaiannya selama setahun terakhir. "Namun Kakek akan semakin bangga jika kamu bisa secepatnya menemukan pendamping. Umur dua puluh tujuh tahun termasuk usia yang matang untuk lanjut ke jenjang pernikahan, bukan?" Senyum Niar otomatis luntur setelah pertanyaan itu dilontarkan. Pertanyaan Kakek terlalu mendadak dan tanpa aba-aba. "Kamu suda...