Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Tepi Kisah

Man always comeback and woman always reply . Jika ada hubungan dengan siklus seperti itu, maka sejoli yang kini duduk di bibir pantai untuk menyaksikan magic hour adalah pemenangnya. Sudah lima belas menit berlalu sejak obrolan terakhir mengudara, hanya suara debur ombak yang menyelimuti keheningan keduanya.  “Cantik ya, kayak Mbak.” Cukup lama sampai Langit yang memecah kesunyian itu. Satu kalimat Langit berhasil membuat Liana tersenyum salting. Untuk ke sekian kalinya, harus diakui bahwa laki-laki itu selalu berhasil menciptakan rona merah alami di pipinya.   “Berapa lama kamu cuti?” Liana mencoba mengalihkan topik agar Langit tidak brutal mengeluarkan kalimat manis, yang bisa-bisa membuatnya tidak waras, lagi .  “Sekitar dua minggu,” jawabnya tanpa mengalihkan tatapan dari semburat merah yang mulai tenggelam di ufuk barat itu. “Semoga di waktu yang sebentar itu, saya diberi kesempatan untuk menghabiskannya dengan Mbak.” Liana tersenyum gamang. Mungkin jika bukan ...